MAKASSAR, BERITAINDONESIARAYA.COM – Kepala DPMPTSP Kota Makassar, H. Muhammad Mario Said, S.IP., M.Si, memaparkan strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar Tahun 2026 dalam Rapat Koordinasi Pendapatan Daerah yang digelar di Gumaya Tower Hotel, Semarang, Senin (9/2/2026).

Dalam paparannya ditegaskan bahwa PAD merupakan indikator utama kemandirian fiskal daerah, dengan sektor perizinan dan investasi sebagai pengungkit utama. DPMPTSP berperan tidak hanya sebagai penyelenggara pelayanan perizinan, tetapi juga fasilitator investasi dan penghubung antara dunia usaha dan perangkat daerah pengelola pendapatan.

Capaian realisasi investasi Kota Makassar tahun 2025 menunjukkan tren positif, baik dari PMA maupun PMDN, mencerminkan iklim investasi yang semakin kondusif dan berpotensi besar meningkatkan basis pajak dan retribusi daerah. Sektor unggulan seperti perumahan, kawasan industri, perdagangan, transportasi, jasa, serta hotel dan restoran menjadi kontributor utama.

DPMPTSP juga menyiapkan berbagai strategi optimalisasi PAD, mulai dari penguatan promosi dan peta potensi investasi, optimalisasi layanan OSS dan jemput bola perizinan, hingga sinergi dan sharing data perizinan dengan perangkat daerah pengelola pendapatan.

“Data perizinan menjadi instrumen strategis untuk mengidentifikasi potensi pajak daerah baru,” tegas Kepala DPMPTSP.

Melalui rakor ini, diharapkan terbangun sinergi kebijakan, pemanfaatan data, dan inovasi layanan guna mewujudkan peningkatan PAD Kota Makassar yang berkelanjutan.

 

 

 

 

Bagikan: