BERITAINDONESIARAYA.COM — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui pendampingan Tim Pendamping Keluarga (TPK).
Salah satu kegiatan dilakukan dengan memberikan edukasi mengenai 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) kepada ibu hamil, ibu nifas, serta keluarga yang memiliki bayi di bawah dua tahun (baduta) di Kecamatan Biringkanaya, Selasa (7/4/2026).
Kegiatan tersebut menjadi langkah untuk meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi dan kesehatan ibu serta anak.
Edukasi juga mencakup penerapan pola asuh yang tepat sejak awal kehidupan sebagai bagian dari upaya mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.
Para peserta mendapatkan informasi mengenai kebutuhan nutrisi sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
Periode 1.000 HPK menjadi salah satu fase penting dalam pertumbuhan anak sehingga pemenuhan gizi, perawatan kesehatan, dan pola asuh selama periode tersebut perlu mendapat perhatian dari keluarga.
DPPKB Kota Makassar menegaskan bahwa pendampingan oleh Tim Pendamping Keluarga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, memenuhi kebutuhan gizi anak, serta memanfaatkan layanan kesehatan secara rutin.
Pendampingan dilakukan untuk membantu keluarga memahami langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam menjaga kesehatan ibu dan anak.
Melalui kolaborasi antara tenaga kesehatan, kader, dan keluarga, DPPKB Makassar terus mendorong upaya pencegahan stunting dari tingkat keluarga.
Dengan perhatian sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, diharapkan anak-anak di Kota Makassar dapat tumbuh sehat, berkembang secara optimal, dan menjadi generasi yang berkualitas di masa depan.





