PANGKEP, BERITAINDONESIARAYA.COM – Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, menyasar 53 sekolah menengah pertama (SMP) dalam program penguatan pembelajaran Coding dan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
Program bertajuk Coding STEM-Day Pangkep ini berjalan sejak 19 Oktober 2026 dan menjadi tindak lanjut arahan Bupati Pangkep, Dr. H. Muhammad Yusran Lalogau, S.Pi, M.Si, untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memperkuat kompetensi digital peserta didik.
Sejak awal inisiasi, Bupati Yusran memberi dukungan penuh dan menaruh fokus pada penyiapan sumber daya manusia (SDM) daerah melalui pendidikan STEM.

Dukungan itu ia wujudkan dengan menghadirkan para ahli dari lembaga pendidikan di BSD City, kawasan yang dikenal sebagai pusat “Silicon Valley” Indonesia, untuk mendukung pelaksanaan program di Pangkep.
“Saya mendukung penuh dan segera mengeksekusi untuk melatih SDM Pangkep ini. STEM dan digitalisasi adalah hal yang amat penting. SDM Pangkep kita latih sebaik-baiknya, dan pemerataan mewakili berbagai kecamatan. Ini adalah pembeda kita dari yang lain,” ujar Bupati Yusran.
Program ini terlaksana lewat kolaborasi Pemerintah Kabupaten Pangkep, Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkep, dan Educourse.id. Kegiatan menjangkau 53 SMP di sembilan lokus dan dilaksanakan bertahap.
Hingga kini, kegiatan telah terlaksana di Balocci, Minasatene, Pangkajene, Bungoro, dan Labakkang.
Wilayah lainnya akan menyusul sesuai jadwal dan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkep.
Melalui program ini, guru dan siswa dikenalkan pada pendekatan pembelajaran yang mendorong kemampuan berpikir logis, kreativitas, dan pemecahan masalah melalui penerapan teknologi.
Program ini juga diharapkan mendukung metode pembelajaran yang lebih interaktif dan kontekstual. Pengenalan kompetensi digital tidak berhenti pada penggunaan perangkat, tetapi juga mencakup kemampuan memahami persoalan dan mengembangkan solusi.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkep, Nurul Haq, S.Pi, menilai program ini memberi dampak positif bagi sekolah. “Program yang sangat baik dan juara. Antusiasme guru dan siswa sangat luar biasa,” ujarnya.
Koordinasi antara pemerintah daerah, sekolah, dan mitra pelaksana menjadi faktor penting agar kegiatan berjalan sesuai rencana dan menjangkau seluruh sekolah sasaran.
Dengan dukungan kepala daerah yang konsisten sejak awal, Pemerintah Kabupaten Pangkep berharap pendidikan STEM menjadi fondasi lahirnya generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan siap menghadapi tantangan masa depan.





