MAKASSAR – Anggota Komisi D DPRD Kota Makassar, Muchlis A. Misbah, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk segera mengambil langkah konkret dalam menangani persoalan siswa yang belum tertampung di sekolah negeri pada tahun ajaran baru 2025.

Desakan ini disampaikan Muchlis usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Pendidikan Kota Makassar, yang membahas evaluasi pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2025.

“Kami mendorong agar ada penambahan rombongan belajar (rombel) dan pembangunan sekolah baru, terutama di wilayah-wilayah padat seperti Kecamatan Tallo dan Bontoala,” ujar Muchlis, Senin (21/7/2025).

Ia mengaku prihatin atas laporan masih adanya siswa yang belum mendapat bangku di sekolah negeri, khususnya di kawasan yang permintaan sekolahnya tinggi namun daya tampungnya terbatas.

Menurutnya, beberapa sekolah negeri favorit seperti SMPN 1, 2, 3, 6, 8, dan 22 telah kelebihan kapasitas dan tidak mampu menampung seluruh pendaftar.

Hal serupa terjadi di Rappokalling, di mana dua sekolah negeri, SMPN 22 dan SMPN 44 yang sudah mencapai kapasitas maksimal.

“Pemkot harus segera mempertimbangkan membangun SMP baru di daerah-daerah tersebut. Ini kebutuhan yang tidak bisa ditunda,” tegasnya.

Muchlis menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan Kota Makassar telah mengajukan permintaan penambahan rombel ke Kementerian Pendidikan. Namun, keputusan final masih menunggu persetujuan dari pusat.

“Kami harap pemerintah pusat segera merespons. Namun yang paling penting sekarang, anak-anak yang belum sekolah harus segera diarahkan ke sekolah yang kuotanya masih tersedia,” imbuhnya.

Ia juga mendorong Dinas Pendidikan lebih proaktif menyosialisasikan daftar sekolah yang masih memiliki kursi kosong agar orang tua tidak bingung mencari solusi.

“Sekalipun lokasinya agak jauh, yang penting anak tetap bisa sekolah. Itu yang harus jadi prioritas,” tutupnya.

Bagikan: