MAKASSAR – Rencana relokasi pedagang Pasar Terong Makassar ke gedung lama yang sebelumnya sempat terbakar menuai sorotan dari DPRD Kota Makassar. Sekretaris Komisi C DPRD, Ray Suryadi Arsyad, menilai kesiapan infrastruktur di lokasi relokasi masih kurang matang.

Ray menyatakan bahwa Pemerintah Kota Makassar seharusnya memastikan terlebih dahulu kelayakan lokasi pengganti sebelum proses pemindahan dilakukan.

“Idealnya, tempat relokasi sudah benar-benar siap sebelum pedagang diminta pindah. Jangan sampai mereka dipindahkan ke tempat yang belum mendukung aktivitas dagang,” tegas Ray saat dikonfirmasi, Jumat (25/7/2025).

Meski demikian, ia tetap mengapresiasi langkah Pemkot yang berupaya menata pasar dan memberi ruang agar aktivitas pedagang tetap berlangsung.

“Penataan kota itu penting, dan aturan harus ditegakkan. Tapi hak pedagang juga jangan diabaikan. Mereka juga punya usaha dan penghidupan yang harus dijaga,” ujarnya.

Ray menekankan bahwa pembangunan ulang dan pemulihan fasilitas pasar harus memenuhi standar kenyamanan dan keamanan. Kondisi pasar yang tidak layak, menurutnya, dapat berdampak negatif terhadap jumlah pembeli dan keberlangsungan usaha pedagang.

“Kalau tempat barunya bocor, panas, atau tidak menarik, pembeli bisa enggan datang. Itu akan mempengaruhi pendapatan pedagang secara langsung,” jelasnya.

Ia juga meminta agar PD Pasar lebih transparan dalam menyampaikan informasi terkait perkembangan Pasar Terong, agar tidak muncul asumsi keliru di masyarakat.

“Pasar itu sangat sensitif terhadap isu. Kalau tidak ada informasi yang jelas, bisa muncul persepsi bahwa pasar tutup. Ini harus dicegah dengan komunikasi yang aktif dari PD Pasar,” pungkasnya.

Bagikan: