MAKASSAR — Pembangunan Jembatan Barombong mendapat dukungan penuh dari Sekretaris Komisi B DPRD Makassar, Andi Tenri Uji.
Legislator daerah pemilihan Barombong itu menilai langkah Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mendorong realisasi proyek tersebut merupakan jawaban atas keluhan masyarakat terkait kemacetan.
“Rencana pembangunan jembatan ini adalah kebutuhan mendesak. Pertumbuhan permukiman di Barombong sangat pesat dan menimbulkan kepadatan lalu lintas, terutama pada jam sibuk,” ujar Tenri Uji, Senin (28/7).
Ia menegaskan, jembatan lama Barombong sudah tidak mampu menampung volume kendaraan yang terus meningkat.
Kehadiran jembatan baru diharapkan dapat mengurai kemacetan dan menjadi solusi jangka panjang.
Meski demikian, Tenri Uji mengingatkan bahwa pembebasan lahan menjadi faktor krusial. Ia berharap proses tersebut dilakukan secara adil tanpa merugikan warga.
Legislator itu juga menekankan pentingnya keterlibatan Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) selaku pemilik lahan di sekitar lokasi proyek.
“Pemerintah harus mendesak GMTD agar segera merealisasikan kerja sama dengan Pemkot dan Pemprov. Tanpa sinergi semua pihak, pembangunan bisa tersendat,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memastikan Pemkot berkomitmen mendorong percepatan pembangunan.
Pemkot bertugas memfasilitasi pembebasan lahan, sementara pembangunan fisik akan dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
“Soal jembatan Barombong, kami hanya membebaskan lahan. Pembangunan fisiknya akan dikerjakan Pemprov,” kata Munafri.
Munafri mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Gubernur Sulsel agar proyek ini masuk dalam program strategis provinsi.
Namun, ia menekankan pentingnya kepastian status lahan di kedua sisi bentangan jembatan agar pembangunan tidak terhambat.
“Kami siap memfasilitasi pembebasan lahan. Tapi harus jelas dulu lahan di sisi satu dan sisi lain milik siapa,” ujarnya.
Jembatan Barombong direncanakan menjadi penghubung strategis antara wilayah selatan Makassar dengan kawasan pesisir yang berkembang.
Selain mengurai beban jembatan lama yang overkapasitas, infrastruktur ini juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi dan kelancaran mobilitas warga.(**)





